Notification

×

Wapres Ingatkan Perbedaan Awal Ramadhan Hal Biasa

Jumat, Maret 08, 2024 | 09:21 WIB Last Updated 2024-03-08T02:21:59Z

CIREBON RAYA |  INDRAMAYU Perbedaan awal bulan suci Ramadhan sudah sering terjadi di Indonesia. Selama ini perbedaan tersebut menjadi suatu hal yang biasa. Karena itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengingatkan umat agar menyikapi perbedaan penetapan 1 Ramadhan 1445 Hijriyah dengan saling pengertian.

Ma’ruf Amin meminta seluruh pihak bisa membangun saling pengertian dan saling menghormati.

Menurut Ma’ruf Amin, perbedaan penetapan awal bulan puasa oleh pemerintah, Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sesuatu yang wajar dan seringkali terjadi.

“Karena itu sikap yang harus kita bangun saling pengertian dan legawa untuk bisa berbeda. Dan itu sudah lama kita berbeda, jadi masing-masing saja (menjalankan ibadahnya),” ingat Wapres Ma’ruf Amin, pada Kamis (7/3/2024).

Wapres juga menyampaikan perbedaan terjadi terkait keberadaan hilal ada beberapa kriteria yang digunakan dan mungkin diinterpretasikan berbeda setiap anggota sidang.

Menurutnya setiap ada tinggi hilal di bawah 2 derajat, pasti akan terjadi perbedaan karena ada perbedaan kriteria.

“Pemerintah, NU dan berbagai ormas itu menganggap bahwa harus tingginya imkan rukyah—bisa dirukyah minimal 2 derajat. Sedangkan Muhammadiyah melihatnya asal wujud saja, jadi walaupun (tinggi hilal) kurang dari 2 derajat bagi Muhammadiyah itu sudah masuk (Ramadhan),” ujarnya.

Oleh sebab itu, Ma’ruf Amin mengimbau masyarakat agar tetap beribadah sungguh-sungguh dan nantinya merayakan hari kemenangan mengikuti jadwal penetapan yang dipilihnya.

“Pokoknya yang (puasanya) ikut pemerintah, Lebarannya ikut pemerintah. Kalau puasanya ikut Muhammadiyah, Lebarannya ikut Muhammadiyah. Jangan waktu puasa ikut pemerintah lebih belakang, giliran Lebaran ikut yang lebih dahulu, itu tidak betul,” ingatnya.

Adapun Kementerian Agama akan menghelat sidang isbat penentuan awal Ramadan 1445 H, pada Minggu (10/3)(*)