Notification

×

Purbaya Diganti, Ramalan ‘Di-Noel-kan’ Kembali Viral: Apa Kata Publik?

Selasa, September 15, 2026 | 02:10 WIB Last Updated 2026-09-14T19:10:59Z

JAKARTA, CirebonRaya.co.id — Pernyataan mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer atau Noel tentang Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali menjadi sorotan setelah Presiden Prabowo Subianto mengganti Purbaya dari posisi Menteri Keuangan pada Senin, 14 September 2026.

Purbaya digantikan Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara yang dilantik di Istana Negara untuk mengisi posisi Menteri Keuangan hingga akhir masa jabatan Kabinet Merah Putih periode 2024-2029. Pergantian itu ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97P Tahun 2026.

Di tengah reshuffle tersebut, sejumlah pengguna media sosial kembali mengunggah video pernyataan Noel pada Januari 2026. Saat itu, Noel memperingatkan Purbaya agar berhati-hati dan mengaku mendapat informasi bahwa sang Menteri Keuangan akan "di-Noel-kan".

"Pesan nih buat Pak Purbaya... hati-hati, Pak Purbaya. Sejengkal lagi, nih. Saya mendapatkan informasi A1, Pak Purbaya akan 'di-Noel-kan'," kata Noel pada 26 Januari 2026 sebelum menjalani persidangan perkara dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Istilah "di-Noel-kan" yang digunakan Noel merujuk pada kekhawatirannya bahwa seorang pejabat dapat terseret persoalan hukum atau menjadi sasaran kriminalisasi setelah kebijakannya dianggap mengganggu kepentingan pihak tertentu.

Noel saat itu juga mengatakan ada pihak yang merasa terganggu oleh kebijakan Purbaya. Namun, ia tidak memberikan bukti terbuka mengenai siapa pihak yang dimaksud maupun menjelaskan secara rinci informasi yang disebutnya sebagai informasi "A1".

Purbaya: Saya Tidak Terima Uang

Purbaya ketika itu merespons peringatan tersebut dengan santai. Ia menegaskan dirinya tidak khawatir selama menjalankan tugas secara benar dan tidak menerima uang atau suap.

Purbaya bahkan membandingkan kondisinya dengan Noel yang saat itu sedang menghadapi perkara hukum.

"Saya enggak terima duit," demikian inti respons Purbaya ketika menanggapi isu dirinya akan "di-Noel-kan".

Ketua KPK Setyo Budiyanto juga sempat merespons isu tersebut. Ia mengatakan KPK bekerja berdasarkan fakta yang ditemukan dalam proses pemeriksaan dan persidangan, bukan berdasarkan target terhadap seseorang.

Pergantian Purbaya Kembali Memunculkan Spekulasi

Kini, sekitar delapan bulan setelah pernyataan Noel tersebut, pergantian Purbaya membuat potongan video lama itu kembali beredar di media sosial.

Sebagian pengguna media sosial menilai pergantian tersebut sebagai sesuatu yang sejalan dengan peringatan Noel. Istilah "di-Noel-kan" pun kembali muncul dan digunakan untuk menggambarkan pejabat yang dianggap tersingkir setelah mengambil kebijakan yang tidak populer bagi kelompok tertentu.

Namun, hubungan antara peringatan Noel dan pergantian Purbaya belum dapat dibuktikan sebagai hubungan sebab-akibat.

Fakta yang diketahui saat ini adalah Presiden Prabowo melakukan reshuffle dan menunjuk Suahasil Nazara sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya. Suahasil sendiri mengatakan dirinya baru menerima telepon dari Istana pada Senin pagi dan kemudian menghadap Presiden sebelum dilantik pada sore harinya.

Belum ada keterangan resmi dari pemerintah yang menyebut Purbaya diganti karena kriminalisasi, tekanan kelompok tertentu, atau persoalan hukum seperti yang pernah diperingatkan Noel.

Karena itu, istilah "prediksi Noel terbukti" sejauh ini lebih tepat dipahami sebagai persepsi atau interpretasi publik di media sosial, bukan kesimpulan faktual.

Yang membuat pernyataan tersebut kembali menarik perhatian adalah jarak waktu antara peringatan Noel pada Januari dan pergantian Purbaya pada September.

Apakah keduanya hanya kebetulan politik, bagian dari evaluasi pemerintahan, perubahan strategi pengelolaan fiskal, atau terdapat faktor lain di balik reshuffle, masih menjadi pertanyaan yang belum memperoleh jawaban terbuka.

Dengan demikian, video lama Noel kini kembali menjadi bahan perdebatan publik, bukan karena telah terbukti bahwa Purbaya memang "di-Noel-kan", tetapi karena pergantian mendadak tersebut membuat pernyataan delapan bulan lalu kembali dianggap relevan. (R-01)