Notification

×

Pelatihan Vokasi Diarahkan ke Kebutuhan Industri, Kemnaker Bidik Serapan 70 Persen

Minggu, Oktober 11, 2026 | 13:51 WIB Last Updated 2026-10-11T06:51:08Z

BANDUNG BARAT, CIREBON RAYA — Kementerian Ketenagakerjaan menargetkan tingkat kebekerjaan lulusan pelatihan vokasi nasional mencapai 70 persen melalui transformasi Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang lebih berorientasi pada kebutuhan industri.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengatakan, balai pelatihan perlu menyesuaikan program dan kompetensi peserta dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri agar lulusan memiliki peluang lebih besar memasuki pasar kerja.

“Kita memperluas akses dan meningkatkan kualitas agar mampu menjawab tantangan ketenagakerjaan saat ini,” kata Yassierli saat mengunjungi BPVP Bandung Barat, Jawa Barat, pada Jumat (9/10).

Kementerian juga akan menerapkan tracer study paling lambat dua bulan setelah pelatihan berakhir untuk memantau perkembangan alumni di pasar kerja dan mengevaluasi hasil program.

Selain itu, pemerintah mendorong pelatihan berbasis kebutuhan industri atau demand-driven training dengan melibatkan perusahaan, pemerintah daerah, kawasan industri, dan badan usaha milik negara.

Transformasi BPVP juga mencakup perluasan layanan bagi penyandang disabilitas, klinik produktivitas bagi industri menengah, serta pembentukan Talent and Innovation Hub untuk mendukung inovasi.

Target kebekerjaan 70 persen tersebut menjadi salah satu tolok ukur penting bagi pemerintah dalam menilai efektivitas pelatihan vokasi. Namun, kementerian belum merinci capaian kebekerjaan lulusan saat ini maupun tahapan waktu untuk mencapai target tersebut. (Gus)