Notification

×

TPT Lulusan SMK Tertinggi, Sultan Minta Pemerintah Beri Insentif Modal Kerja Tanpa Bunga dan Agunan

Jumat, Mei 19, 2023 | 03:32 WIB Last Updated 2023-05-18T20:37:01Z

CIREBON RAYA | JAKARTA — Wakil ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI meminta Pemerintah untuk memberikan perhatian khusus kepada siswa lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) atau sekolah vokasi lainnya dengan pembiayaan usaha khusus tanpa bunga dan agunan.

Hal disampaikan mantan ketua HIPMI Bengkulu itu dalam rangka mendorong produktivitas lulusan SMK dan menekan angka pengangguran. Mengacu data Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2023, jumlah Tingkat pengangguran terbuka (TPT) di Indonesia didominasi oleh tamatan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) sebesar 9,60%.

"Pengembangan SDM yang produktif harus dilakukan secara terintegrasi antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha dunia industri. Namun sejauh ini, keahlian khusus siswa SMK cenderung tidak link and match industri manufaktur yang tersedia", ujar Sultan melalui keterangan resminya, pada Kamis (18/05).

Oleh karena itu, kata Sultan, pemerintah perlu menyiapkan insentif fiskal khusus bagi para lulusan SMK yang sudah dibekali dengan keahlian khusus. Hal ini didorong agar menstimulasi inovasi dan pengembangan entrepreneurship lulusan SMK.

"Skema pembiayaan tanpa agunan dan bunga yang didasarkan pada sertifikat keahlian lulusan SMK patut disiapkan guna mendorong produktivitas dan perluasan lapangan pekerjaan", tegas mantan Wakil Gubernur Bengkulu itu.

Selain itu, lanjutnya, penting bagi pemerintah untuk menyiapkan kurikulum yang secara akademik memiliki keterkaitan antara SMK dan sekolah kedinasan. Kami berharap pemerintah juga bersekolah memberikan beasiswa kepada lulusan SMK untuk melanjutkan studi ke Sekolah kedinasan dan kampus vokasi.

Pemerintah melalui kementerian ketenagakerjaan juga diharapkan mampu menyiapkan bursa kerja yang membutuhkan keahlian lulusan SMK di luar negeri. Saya kira banyak negara yang membutuhkan jasa tenaga terampil kita untuk memenuhi kebutuhan industrinya.

"Artinya, terdapat banyak peluang kerja dan skenario pengembangan SDM lulusan SMK. Kami percaya bahwa pihak SMK dan pemerintah telah melakukan proses pemetaan secara detail akan ke mana lulusan yang mereka siapkan", tutupnya. (*)