Notification

×

Update Longsor Cisarua, Bupati Jeje Resmi Tetapkan Status Darurat Bencana

Sabtu, Januari 24, 2026 | 18:09 WIB Last Updated 2026-01-24T11:26:33Z

CIREBON RAYA | CISARUA — Bupati Kabupaten Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail menetapkan status darurat bencana menyusul terjadinya bencana longsor yang menerjang permukiman warga di wilayah Cisarua hingga menimbulkan korban dalam jumlah besar, pada Sabtu (24/1/2026).

Penetapan status tersebut dilakukan untuk mempercepat proses penanganan, pencarian korban, serta penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak.

"Kita tetapkan status darurat bencana karena korban luar biasa banyak, nanti kita juga akan menurunkan petugas karena akses kesini (TKP) sulit, jadi ada petugas yang supaya menjaga alurnya supaya bisa bantuan tetap masuk, karena tadi pun saya kesini sulit sekali," kata dia.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 12:00 WIB, Jeje menuturkan ada sebanyak 113 jiwa dari 34 KK warganya yang terdampak pasca longsor.

Bencana tanah longsor ini menerjang Kampung Pasir Kuning, RW 10 dan RW 11, Desa Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. 

TIM SAR melaporkan, rincian sementara korban selamat 23 orang, 8 orang meninggal dunia dan 82 orang masih dalam pencarian. Data bersifat sementara dan masih terus dilaksanakan verifikasi lapangan oleh tim SAR Gabungan. 

Saat ini tim SAR Gabungan masih terus mengupayakan pencarian terhadap korban yang masih tertimbun dengan observasi visual, penggalian manual,  penyemprotan tanah menggunakan alkon dan juga pemantauan menggunakan drone UAV.

Sebelumnya dilaporkan, diduga hujan deras dengan intensitas tinggi di Ds. Pasirlangu Kec. Cisarua Kabupaten Bandung Barat yang mengakibatkan longsor yang menimbun perkebunan dan rumah warga pada Sabtu dini hari sekitar pukul 02.30 WIB. 

Berdasarkan laporan yang diterima diperlukan evakuasi terhadap warga yang diduga menjadi korban tertimbun longsoran di lokasi kejadian. 

Kepala Kantor SAR Bandung, Ade Dian Permana langsung memerintahkan pengerahan personel ke lokasi kejadian baik tim rescue ataupun tim keposkoan. 

"Kami mengerahkan tim untuk melaksanakan koordinasi dengan unsur SAR yang berada di lapangan, selanjutnya kami juga mengerahkan personel, baik tim rescue maupun tim keposkoan untuk melaksanakan pencarian terhadap korban," katanya.

Adapun status korban saat ini masih dalam pendataan, masih dalam proses koordinasi dengan berbagai pihak untuk mendapatkan data yang valid, berdasarkan laporan warga dan kondisi di lapangan. (vian)