CIREBON RAYA ■ JAKARTA — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Berani Nusantara (GBRAN) Jawa Barat menyatakan persiapan pelantikan dan pengukuhan pengurus yang dijadwalkan berlangsung pada 1 Agustus 2026 mendatang.
Ketua DPD GBRAN Jawa Barat, Agus Togu, mengatakan konsolidasi organisasi menjadi fokus utama menjelang pelantikan guna memastikan kesiapan struktur kepengurusan hingga tingkat daerah.
"Pada 100 hari pertama setelah pelantikan, kami akan membentuk kepengurusan DPC di tujuh kabupaten/kota, serta membentuk kepengurusan PAC di tingkat kecamatan dan ranting di tingkat kelurahan," kata Agus kepada wartawan, pada Kamis (9/7).
Selain memperkuat struktur organisasi, GBRAN menargetkan perluasan jaringan hingga tingkat akar rumput agar keberadaan organisasi dapat menjangkau seluruh wilayah di Jawa Barat.
Agus mengatakan, salah satu program prioritas organisasi adalah mendata dan memberdayakan pelaku usaha rakyat, termasuk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), melalui pelatihan, pembinaan, dan pendampingan agar mampu meningkatkan kapasitas usaha.
Ia menambahkan, sejumlah bidang dalam organisasi juga akan dioptimalkan, antara lain bidang organisasi, kaderisasi dan keanggotaan (OKK), pemberdayaan sumber daya manusia (SDM), media, serta advokasi.
Menurutnya, bidang pemberdayaan SDM akan mendata pelaku UMKM, sektor pertanian, dan perikanan untuk menjadi bagian dari program pembinaan organisasi. Sementara itu, bidang media akan berperan dalam menangkal disinformasi, fitnah, dan konten menyesatkan, sedangkan bidang advokasi akan memberikan edukasi serta pembekalan hukum kepada masyarakat.
Agus menyebut peningkatan kualitas SDM dan perluasan partisipasi masyarakat menjadi perhatian utama organisasi. Melalui berbagai pelatihan dan kegiatan sosial, GBRAN berharap dapat menarik lebih banyak masyarakat untuk bergabung sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar.
Ia menegaskan, organisasi juga berkomitmen mendukung dan mengawal pelaksanaan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun pemerintah pada umumnya sesuai kapasitas organisasi.
"Kami ingin keberadaan GBRAN tidak hanya bermanfaat bagi organisasi, tetapi juga dapat berkontribusi dalam mendukung pembangunan dan pemberdayaan masyarakat di Jawa Barat," ujarnya.(HD)

