Notification

×

Indonesia Siapkan Tenaga Kerja Hadapi Perubahan Teknologi dan Struktur Industri

Minggu, Agustus 23, 2026 | 21:58 WIB Last Updated 2026-08-23T14:58:43Z

JAKARTA ■ CIREBON RAYA — Indonesia akan memperkuat pelatihan keterampilan dan perlindungan pekerja untuk menghadapi perubahan dunia kerja yang dipicu oleh perkembangan teknologi, kecerdasan buatan dan perubahan struktur industri, kata Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor.

Afriansyah mengatakan pemerintah berupaya memastikan tenaga kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan kebutuhan industri, sekaligus memperoleh perlindungan atas hak-hak mereka.

"Pembangunan ketenagakerjaan harus menghadirkan tiga hal, yakni pekerjaan yang layak, pekerja yang kompeten, dan perlindungan yang berkeadilan," kata Afriansyah dalam Dialog Kebangsaan dan Swarna Dwipa Institute Award di Jakarta, Sabtu (22/8).

Menurut Afriansyah, perubahan teknologi dan kebutuhan industri yang semakin cepat menuntut tenaga kerja untuk mampu beradaptasi.

Kementerian Ketenagakerjaan, katanya, akan memperkuat peran balai pelatihan vokasi untuk menyediakan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

"Balai pelatihan vokasi memiliki peran penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Selain peningkatan keterampilan, pemerintah juga akan memperkuat perlindungan pekerja yang mencakup hak atas upah, jaminan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja serta mekanisme penyelesaian perselisihan hubungan industrial.

Afriansyah mengatakan kepastian mengenai hak dan perlindungan pekerja penting untuk menjaga hubungan industrial yang sehat dan mendukung keberlangsungan usaha serta pertumbuhan ekonomi.

"Pekerja yang kompeten harus didukung dengan perlindungan yang baik. Keduanya menjadi bagian penting dalam membangun ketenagakerjaan yang kuat," katanya.

Perkembangan kecerdasan buatan dan otomatisasi telah meningkatkan kebutuhan akan keterampilan baru di berbagai sektor, sekaligus mendorong pemerintah dan dunia usaha untuk menyesuaikan sistem pelatihan dengan perubahan kebutuhan tenaga kerja. (gus)