CIREBON RAYA – Film Laut Bercerita siap menyapa penonton Indonesia mulai 29 Oktober 2026. Diadaptasi dari novel karya Leila S. Chudori dan disutradarai Yosep Anggi Noen, film ini mengangkat kisah perjuangan, persahabatan, kehilangan, serta keluarga yang berusaha menjaga harapan di tengah ketidakpastian.
Sebelum tayang di bioskop Indonesia, Laut Bercerita lebih dahulu diperkenalkan kepada penonton internasional melalui Busan International Film Festival 2026 dalam program Kompetisi Utama. Pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari perjalanan film panjang perdana Pal 8 Pictures.
Film berdurasi 135 menit ini berlatar Yogyakarta pada akhir 1990-an. Ceritanya mengikuti Biru Laut, seorang mahasiswa yang gemar membaca dan menulis, serta bergabung dengan kelompok studi Winatra. Di sana, ia bertemu anak-anak muda yang memiliki keyakinan serupa tentang kebebasan dan keadilan.
Bersama sahabat-sahabatnya, Laut menjalani perjalanan yang menguji keberanian, persahabatan, dan keyakinan mereka. Sementara itu, keluarga dan orang-orang terdekatnya harus menghadapi penantian panjang, kehilangan, serta ketidakpastian.
Diadaptasi dari Novel Karya Leila S. Chudori
Laut Bercerita ditulis oleh Leila S. Chudori bersama Yosep Anggi Noen. Film ini diproduseri Gita Fara, Budi Setyarso, dan Leila S. Chudori, serta diproduksi Pal 8 Pictures bekerja sama dengan VMS Studio, Jagartha, Lynx Films, Gambar Gerak Film, dan Brandlink.
Kisahnya tidak hanya menyoroti perjuangan Biru Laut dan rekan-rekannya dalam kelompok Winatra, tetapi juga memperlihatkan dampak ketidakpastian terhadap keluarga yang ditinggalkan.
Christine Hakim dan Arswendy Bening Swara memerankan orang tua Biru Laut, sementara Yunita Siregar berperan sebagai Asmara Jati, adik Laut yang berusaha mencari kebenaran sekaligus menjaga harapan keluarganya.
Film ini juga dibintangi Reza Rahadian, Eva Celia, Dian Sastrowardoyo, Yoga Pratama, Kevin Julio, Ben Nugroho, Dewa Dayana, Nagra Pakusadewo, Ibnu Jamil, Natalius Chendana, dan Afrian Arisandy.
Menampilkan Beragam Bentuk Perjuangan Perempuan
Salah satu aspek yang disorot dalam Laut Bercerita adalah kehadiran tokoh-tokoh perempuan yang menunjukkan bentuk perjuangan berbeda.
Dian Sastrowardoyo memerankan Kinan, salah satu pemimpin kelompok Winatra. Sementara itu, Anjani mengekspresikan pandangannya melalui karya seni, sedangkan Ibu dan Asmara Jati memperlihatkan perjuangan melalui penantian serta pencarian kebenaran.
Yunita Siregar menilai para tokoh perempuan dalam film ini memiliki cara masing-masing untuk menyuarakan perubahan. Ada yang memimpin gerakan, menyampaikan gagasan melalui seni, hingga berusaha mempertahankan harapan di tengah situasi yang sulit.
Leila S. Chudori juga menekankan pentingnya menghadirkan tokoh-tokoh perempuan sebagai sosok kuat yang menjalani perjuangan dengan cara berbeda.
Melalui karakter-karakter tersebut, film ini ingin menunjukkan bahwa keberanian tidak selalu hadir dalam bentuk yang sama. Keberanian dapat diwujudkan melalui tindakan, pencarian kebenaran, maupun keteguhan untuk terus menanti.
Pal 8 Pictures Ingin Menjangkau Penonton Lintas Generasi
Produser sekaligus Direktur Pal 8 Pictures, Budi Setyarso, menyampaikan bahwa film dapat menjadi medium untuk menyuarakan kebebasan berekspresi.
Ia berharap Laut Bercerita dapat memberikan penghormatan terhadap perjuangan dan ketangguhan masyarakat, sekaligus menghadirkan cerita yang relevan bagi penonton dari berbagai generasi.
Sebagai rumah produksi di bawah PT Layar Berkembang Senantiasa yang berada dalam naungan Tempo Media Group, Pal 8 Pictures mengembangkan film dengan cerita yang berkaitan dengan persoalan sosial, sejarah, politik, dan budaya Indonesia. (Rafael)
